Tampilkan postingan dengan label Hanya di Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hanya di Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2009

Istilah Cicak dan Buaya


Sudah beberapa minggu ini di negara gw lagi marak istilah bicak dan buaya. Klo kata yang mempopulerkan konon kata itu berkaitan sama kisruh yang sedang terjadi saat ini di negara gw dimana ada 2 lembaga pemerintahan yang satu misi tetapi saling serang.

Tetapi memang aneh, keberadaan POLRI sudah ada sejak dulu dan dari dulu sudah banyak kasus korupsi dan suap tetapi kenapa uang negara yang diselamatkan hampir ga ada beritanya? Apa POLRI mungkin sudah capek karena sudah lama menagkap para koruptor dan bandit tapi ujung-ujungnya dilepasin sama pengadilan dan kejaksaan?

Kemungkinan itu bisa saja ada karena

di negeri ini justru para bandit dan koruptor terbentuk dengan sendirinya (dan membudaya) di lembaga-lembaga pemerintahan kita. Hebat kan !

Maka tidak heran kalo sekarang ada buaya yang terusik sama cicak dan itu buaya kalo terpaksa bakal makan cicak yang dianggap bakal bongkar borok yang ada di tubuh buaya.

Bagi gw KPK adalah benar-benar lembaga pemberantas korupsi. Dan bagi kebanyakan orang juga yang pasti begitu, sebab dengan dibentuknya KPK sekarang banyak para koruptor yang terungkap baik yang kelas teri sampai yang kelas kakap. Tapi yang kelas kakap memang agak susah ditangkap karena suka nggak sayang ngasih "umpan".

Mungkin inilah "Teori Segitiga Aparat" karena sesungguhnya dalang dari semua sumber kisruh tersebut masing-masing ada di sana.

Kita tunggu saja solusi dari Tim 8 atau kita tunggu saja azab dari Tuhan, mana yang lebih cepat ?

..........kuyakin kebenaran pasti menang !!!!!!!!!

Baca selengkapnya......

Selasa, 21 April 2009

Indosat 3.5G, benarkah sekencang itu???


Karena internet telah menjadi suatu kebutuhan dalam keseharian kami, maka ketertarikan kami untuk memiliki internet dirumah pun akhirnya mulai muncul. Informasi sebagai dasar kami untuk memasang internet yaitu dari iklan beberapa penyedia jaringan seperti Telkom dan Indosat.

Telkom dengan produk Speedynya mampu menyedot perhatian masyarakat dan terbukti cukup memuaskan. Namun karena kami orang yang mobile, maka pemasangan Speedy pun akhirnya masih kami pertimbangkan sampai akhirnya kami melihat tayangan sebuah iklan dari Indosat dengan produk Indosat 3.5G yang kecepatannya tujuh kali dari internet biasa dan tentunya juga bisa dipakai mobile. Dan saat kami jalan-jalan di shopping mall banyak dibuka gerai untuk pendaftaran dengan SIM Card gratis dari Indosat.

Akhirnya kami pun memutuskan untuk memakai Indosat 3.5G dengan modem beli sendiri dan biaya bulanan hanya Rp 100 ribu, unlimited. Suatu ketika saya hendak mencoba ‘mainan baru’ tersebut untuk mengecek email dan situs jejaring sosial. Setelah saya melakukan login dan klik kemudian saya menunggu loading dari browser, alangkah kecewanya saya karena loadingnya lama banget dan yang miris lagi adalah jaringannya putus-nyambung.

Inikah kecepatan dan quota unlimited dari layanan Indosat 3.5G?

Baca selengkapnya......

Kamis, 16 April 2009

Kapankah Bangsa ini Bersikap Bijaksana?


Kalau melihat kondisi setelah pemungutan suara pada pemilihan legislatif 9 April 2009 kemarin, rasanya saya sangat miris. Antusiasme warga dalam menuntut haknya untuk memilih dan dipilih lebih banyak mengarah kepada sikap arogansi bukan kepada sikap bijaksana dan dewasa. Sebagai contoh kasus di Toli-toli, Sumatera Tengah, ada seorang caleg yang tega mengusir warga yang telah mendiami tanah milik sang caleg tersebut. Alasan pengusiran itu lebih dikarenakan sang caleg gagal meraih simpati dan mendapat suara mayoritas dari daerah pemilihannya (Dapil).

Di Wamena, Papua, aksi anarkis marak terjadi pada saat dan setelah pemilihan legislatif berlangsung. Aksi anarkis dengan motif mengacaukan jalannya Pemilu diwarnai dengan ditemukannya beberapa bom rakitan, pembakaran Kantor KPUD dan penembakan terhadap beberapa anggota Brimob yang baru-baru ini terjadi di Puncak Jaya, Papua hingga menewaskan seorang anggota Brimob berpangkat Bripda.

Harusnya “Kalian” berfikir dan merenung sejenak, atau paling tidak lihat TV dan baca koran. Ada 5 petugas penyelenggara pemilu di Jawa Barat yang meninggal akibat kondisi yang menurun drastis dan tekanan psikologis karena beratnya tanggung jawab. Kematian tersebut menimpa petugas PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), PPS (Panitia Pemungutan Suara), dan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Bukankah lebih baik menjadi orang yang selalu bersyukur dan bijaksana dalam menghadapi segala masalah? Coba renungkan sekali lagi!

Baca selengkapnya......

Rabu, 25 Maret 2009

Bahaya, Mantan Napi Bisa Jadi Caleg !


Benar-Benar Mabok ini republik, gimana nggak mabok kalau peraturannya saja menurut saya sungguh “memaklumi” bekas orang-orang yang sudah pernah masuk bui. Setidaknya itulah keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan mantan narapidana yang sudah menjalani hukuman bisa menjadi calon anggota legislatif (caleg).

Sumber yang saya kutip dari Koran SINDO, 25 Maret 2009.
...........Dalam putusan uji materi UU 10/2008 tentang Pemilu itu, MK mnyatakan norma hukum yang berbunyi “tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih”, yang tercantum dalam Pasal 12 huruf g dan Pasal 50 ayat (1) huruf g UU 10/2008 serta Pasal 58 huruf f UU 12/2008 merupakan norma hukum yang inkonstitusional bersyarat (conditionally unconstitutional).

Apa nggak bisa tegas ketetapan hukum kita, apa karena (hampir rata-rata) pejabat kita banyak yang tersangkut masalah hukum sehingga peraturan pun tidak diperketat. Kalau betul anggapan banyak orang bahwa “hukum bisa dibeli” kemungkinan besar banyak benarnya dan (sudah) dipraktekkan di negeri ini.

Saya dulu ingat waktu bi bangku SMA seorang guru mata pelajaran Tata Negara saya pernah bercerita tentang seorang pejabat di luar negeri (Amerika atau negara mana saya lupa) yang terbukti telah berselingkuh, ketika pejabat itu hendak mencalonkan diri menjadi pimpinan maka seluruh anggota dewan bahkan masyarakat ikut menolak dengan alasan “kalau istrinya saja dikhianati, bagaimana dengan negeri ini?”. Sebuah alasan yang sangat simpel dan menurut saya sangat masuk akal.

Silahkan pembaca sekalian komentari dan pikirkan kembali alasan tersebut. Terima kasih

Baca selengkapnya......

Senin, 15 Desember 2008

KATA ORANG SINGAPURA TENTANG INDONESIA

Saya dapat artikel ini dari salah satu anggota milist yang dikirim ke alamat email saya. Ceritanya kurang lebih begini :

Suatu pagi di bandar lampung, kami menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.

Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya
melayu , english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2
hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis,
spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

"Your country is so rich!"

Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

"Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia"
"Everything can be found here in Indonesia, u dont need d world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan,
dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"

"Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia . 500.000 orang indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang yang masuk ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."

"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan
indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing.."

"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di
singapura dan malaysia ? kalian di indonesia dengan mudah dapat beras"

"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami,
air bersih pun kami beli dari malaysia . Saya pernah ke kalimantan,
bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada
matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik
China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya
melihatnya sendiri"

"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo
Indonesia ? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut
kalo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. harusnya
KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2
kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu
kalian impor klo bisa produksi sendiri."

"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia
will rules the world.."

Baca selengkapnya......