Tampilkan postingan dengan label Modus Penipuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modus Penipuan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2009

Merasa ditipu oleh alamat PT SOLID GOLD BERJANGKA

Kesal, marah dan terlalu bodoh kayaknya kita semua oleh ulah para pemasang iklan perusahaan berjangka. Salah satunya adalah PT SOLID GOLD BERJANGKA, yang beralamatkan di Gedung BRI II Lt.18.

Perusahaan tersebut nyata-nyata telah melakukan tindakan penipuan dan pembodohan kepada masyarakat pencari kerja. Kejadiannya ketika saya membaca salah satu iklan di Koran Kompas, Sabtu 14 Maret 2009, dimana pada kolom karier dipasang sebuah iklan

Coorporate Terkemuka yang menjadi leader seluruh jaringan Perdagangan & Perindustrian di Indonesia yang bekerjasama dgn BANK Terbesar & Mendapat lisensi sari Departemen Perdagangan. Membuka seleksi penerimaan calon pegawai baru untuk mengisi lowongan formasi Departemen Tahun 2009 yg akan ditempatkan di wilayah masing-masing sebagai Unit Pelaksanaan Teknis dengan kualifikasi sebagai berikut:
1. UNIT PELAKSANA FUNGSIONAL
• Pria/wanita, min S1 semua jurusan
• Menguasai Bhs. Inggris, min pasif
• Menguasai system Managerial dgn baik
• Mampu membuat rencana kerja dan prediksi system kerja kelompok
2. BIRO KEPEGAWAIAN/HRD
• Pria/wanita,max 28 th, min S1 semua jurusan
• Menguasai Ms. Office & Bhs. Inggris min pasif
• Berpenampilan menarik, berkepribadian baik & komunikatif
3. BIRO HUMAS
• Pria/wanita, min D3 semua jurusan
• Menguasai Bhs. Inggris, min pasif
• Berpenampilan menarik, berkepribadian baik & komunikatif
4. STAFF DIVISI PEMASARAN
• Pria/wanita, min SMU (diutamakan D3 segala jurusan)
• Bekerja keras & bertanggung jawab
• Komunikatif, energik dan berdedikasi penuh
• Penerimaan berkas lamaran melalui pos tercatat mulai tgl 14 Maret 2009 (cap pos) dan diterima oleh Panitia selambat-lambatnya Tgl. 23 Maret 2009
• Surat lamaran harus ditulis lengkap disertai CV, KTP/SIM, pas photo terbaru ukuran 3x4 sebanyak 2lbr & No. HP/Telepone yang dapat di hubungi
• Berkas Lamaran dimasukkan dalam amplop coklat ukuran folio & dikirim melalui Kantor Pos, Kepada:
PANITIA BIRO KEPEGAWAIAN TAHUN 2009
PO BOX 7529 / JKPMT / 10310 JAKARTA

• Berkas lamaran yang dikirim selain alamat di atas, tidak akan diproses

Kayaknya itu orang yang bikin iklan nggak punya ti**t alias nggak punya (ke)malu(an). Hati-hati bagi para pencari kerja, apalagi yang datang jauh-jauh dari daerah lain, jangan sampai tertipu dengan modus-modus sperti itu.

Iklan-iklan kayak gitu harus ekstra diwaspadai karena kalau kita sampai diundang untuk interview (-menurut Kamus Besar Bahasa Bajingan=masuk perangkap) karena kita bakal kehilangan waktu yang cukup banyak untuk digunakan ke hal yang lebih bermanfaat ketimbang menerima tawaran dari perusahaan (sinting) yang ngaku-ngaku punya kerjasama dengan bank(rut).

Ini ada salah satu bukti kasus yang saya ambil dari (http://mochamad.com):

Surabaya-RoL– Perwira menengah (pamen) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur Kompol Penny Handayani (50), Jumat, melapor ke Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Jatim bahwa dirinya “tertipu” Rp50 juta.

“Uang itu sebenarnya untuk rencana naik haji, tapi karena marketing PT Solid Gold Berjangka di lantai 11 BRI Tower Surabaya menyampaikan keuntungan besar jika uang itu digunakan valas lebih dulu, saya pun tertarik,” katanya.

Namun, kata staf Propam Polda Jatim itu, saat menyertakan Rp50 juta pada 22 Agustus 2005 sempat diiming-iming mendapatkan fee Rp2,8 juta pada 5 September 2005, namun pada 22 September 2005 justru sudah tersisa Rp37 juta.

“Karena saya hanya sekedar ingin memberi komisi kepada marketing PT Solid Gold, maka saya bermaksud menarik setelah satu bulan, meski hanya tersisa Rp37juta, tapi marketing PT Solid Gold itu menunda satu bulan,” katanya.

Atas tawaran itu, katanya, dirinya menolak, tapi marketing PT Solid Gold bermana Hariyani Nora Farida itu tetap memintanya untuk menunda hingga 20 Oktober 2005, tapi pada tanggal itu justru hanya tersisa Rp8 juta.

“Apa nggak gila itu, lha wong uang Rp50juta kok dikembalikan Rp8 juta. Itu berarti PT Solid Gold itu tidak punya pialang yang handal, karena itu saya melapor ke polisi, meski saya sendiri polisi,” katanya.

Menurut dia, laporan ke SPK Polda Jatim dengan nomer laporan LP/636/X/2005/Biro Ops - 21 Oktober 2005 itu dimaksudkan agar tidak banyak lagi orang yang menjadi korban seperti dirinya.

“Saya berharap tidak ada lagi masyarakat yang tertipu janji manis para karyawan dan pialang dari PT Solid Gold Berjangka di BRI Tower Surabaya itu. Kalau saya, biar polisi yang membuktikan siapa yang benar,” katanya.

Dalam laporan polisi itu, Kompol Penny melaporkan Hariyana Nora Farida (marketing), Dedy Ari W (wakil pialang), dan Bambang (staf PT Solid Gold Berjangka) dengan tuduhan penipuan/penggelapan pasal 378 dan 372 KUHP.

Baca selengkapnya......

Kamis, 19 Maret 2009

Hati-hati dengan ATM Panin


Ada informasi yang patut kita simak yang saya dapat dari salah satu anggota milist "Chrisma Wibowo"

Dear Rekan2,

Semoga ada rekan yang bekerja di Panin atau punya teman yang kerja di Panin,
untuk melanjutkan cerita ini untuk mencari kebenaran dan duduk perkara.

Sekedar informasi, Hati-hati dengan ATM Panin. Kenapa?

Kejadiannya pada tanggal 25 Februari 2009, jam sekitar 9 pagi-an. Lokasi di
ATM Panin Jakarta International School. Saya berusaha untuk mengambil uang
sejumlah 5 juta.

Sebelum saya ambil 5 Juta, ada pihak Panin cabang JIS mengingatkan, "Pak,
tadi ada masalah jaringan. Cuba ambil jumlah sedikit dulu". Saya memilih 1,4
juta untuk awalan. (Memang salah saya mengambil sejumlah itu, bukan 50 ribu.
Dan ini satu-satunya kesalahan saya dalam cerita ini)

Kemudian singkat cerita, 1,4 juta telah berhasil didebet tapi uang tidak
keluar dari ATM itu. Kebetulan ada pihak Panin cabang JIS yang membantu
membuat administrasi pelaporan, dan dia juga menjadi saksi bahwa tidak ada
kertas struk yang keluar terlebih lagi uangnya juga tidak keluar.

Saya menuliskan nomor rekening saya 154******2, dan dia mengatakan "Oh,
bukan cabang Pondok Indah ya pada waktu buka rekeningnya? ", saya mengiyakan
pernyataan dia. "Saya buka dicabang Joglo, karena dekat rumah", "Wuah, kalau
begitu saya bisa bantu sampai membuat laporan ini, dan saya bantu
menghubungi cabang Joglo agak ditindak lanjuti." "Biasanya proses ini 14
hari kerja, dan jika dicabang Pondok Indah bisa lebih cepat, karena saya
bisa membantu sampai banyak jika di cabang Pondok Indah, kalau di Joglo saya
tidak tahu"

Pada hari kamis 26 Februari 2009, jam 10.00-an pagi, perwakilan dari cabang
Joglo Menelepon, menanyakan status laporan dan struk, yang secara gamblang
sudah tertulis bahwa tidak ada struk dan uang yang keluar (Mungkin bagian
dari SOP mereka yang harus dipastikan dan penegasan) dan mereka mengatakan
akan menindak lanjuti proses ini.

Saya merasa Panin sebagai bank yang besar pasti sudah mempunyai SOP dan
supervisor yang handal dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. Hal ini
yang membuat saya tidak menelepon sampai pada tanggal 10 Maret 2009. Saya
menelepon ke call centernya (dengan Ibu Nina). Saya menjelaskan kembali
duduk perkaranya dari AWAL. Dan Hasil informasi Ibu Nina bahwa "Akan kami
tindak lanjuti Pak, sepertinya pihak Panin JIS belum memberikan laporan ini
ke kami."

Saya terkejut, kebetulan saya dalam rapat sehingga saya tidak bisa mendebat
pennyataan Bu Nina, sehingga saya mengiyakan saja. Setelah rapat, saya
menelepon pihak Bank Panin yang di JIS. Ternyata Bank Panin JIS sudah
memberikannya pada hari H. Hal ini tanda tanya besar saya, yang kemudian
keesokan harinya saya menelepon call center Panin lagi.

Saya berbicara dengan Bapak Andi, yang kemudian saya menceritakan duduk
perkaranya dari AWAL LAGI. Pak Andi berkata akan menelusuri dari mana
kebingunan dan ketidak samaan persepsi ini. Pak Andi berjanji menelepon saya
jika sudah dapat jawabannya.

Telepon saya berdering, ternyata pak Andi memberikan informasi bahwa,
laporan nya sudah masuk pada hari H (25 Februari 2009) di card center, CUMA
baru di input pada tanggal 3 Maret 2009. 4 hari kerja setelah complain tiba.
Saya kaget bukan kepalang., "Jadi saya harus menunggu 14 hari kerja setelah
tanggal 3 Maret???". Pak Andi berusaha meringankan jawaban saya dengan
mengatakan "Kami usahakan jumat ini (tanggal 13 Maret 2009) atau paling
lambat Senin (16 Maret 2009) Bapak akan menerima uangnya". Terlebih karena
tidak ada usaha yang bisa dilakukan oleh Pak Andi, yang sama saja bagi saya
untuk MENERIMA NASIB mode ON. Sebelum mengakhiri perbincangan kami, saya
menanyakan, "Pak, saya ingin tahu nomor complain saya berapa, supaya saya
tidak perlu menceritakan duduk perkara ini dari AWAL.". Pak Andi menjawab"
Referensi number nya adalah 200902260001"

Hari ini, 17 Maret 2009, saya menelepon call center Panin, dengan Ibu Visi,
saya sudah menyebutkan referensi number diatas, tapi memang ternyata link
dan sistematika (SOP)nya yang baku, atau jaringannya yang bermasalah, saya
harus menceritakan nya DARI AWAL LAGI. Dan ternyata memang belum ada berita
bagus ataupun uang saya kembali kerekening. Bahkan jika saya menanyakan
statusnya sudah dimana? Ibu Visi tidak bisa menjawabnya, karena didalam
referensi complain pun tidak ada yang memberikan keterangan apa pun.

Huh, capek saya menulis ini, sama capeknya saya menunggu uang saya kembali.
Padahal teman saya yang mengalami hal yang sama di ATM yang sama sudah
mendapatkan kembali uangnya, hanya dikarenakan teman saya ini membuka cabang
di PONDOK INDAH bukan di JOGLO. Sampai-sampai saya bertanya kepada Ibu Visi
(call center PANIN) "Apakah saya harus menutup rekening saya yang di JOGLO,
dan buka kembali di PONDOK INDAH, jika pelayanan antar cabang bisa berbeda".
Pasti TIDAK dong, seharusnya semua cabang punya SOP yang sama.

Jadi, berhati-hatilah jika Anda kepepet harus mengambil uang di PANIN,
pastikan Anda menarik sejumlah 50 ribu dulu sebelumnya, karena jaringannya
sering bermasalah dan masalahnya bisa berhari-hari. Seperti Saya.

Terima Kasih

Baca selengkapnya......

Selasa, 20 Januari 2009

Modus Penipuan Baru Tebar Amplop Berisi Dokumen

BOGOR- Kini masyarakat harus waspada. Pasalnya, ada modus penipuan baru di KotaBogor. Warga Kelurahan Gunungbatu RT 03/11 Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor Jacky Wijaya (50) nyaris menjadi korban penipuan, Jumat (28/11). Beruntung dia cepat tersadar, sehingga tidak menjadi korban.

Bagaimana modus penipuan baru itu terjadi? Awalnya, Jacky menemukan amplop berwarna cokelat yang tergeletak di Jalan Raya Pajajaran, tak jauh dari simpang Tugu Kujang. Amplop tersebut bertuliskan dokumen penting.

Merasa penasaran dengan isi amplop, Jacky langsung membukanya. Betapa terkejutnya dia saat melihat isi amplop itu berisi surat-surat penting, seperti suratizin usaha perusahaan (SIUP) atas nama PT Mico Graha Pavindo.

Dalam SIUP itu tertulis sebagai Direktur Utama Lumaksono Tri Sardjono asal Surabaya. Adapula suratketerangan tanah yang dikeluarkan Badan Pertanahan Kabupaten Manokwari dan cek senilai Rp4,7 miliar. Tak hanya itu, dalam amplop juga terdapat foto Lumaksono yang sedang bersalaman dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Dokumen penting dan foto SBY yang bersalaman dengan Lumaksono itu membuat saya percaya kalau dia seorang pengusaha atau orang hebat, ungkap Jacky. Lantaran ingin mengembalikan dokumen tersebut, Jacky menghubungi nomor 081230553900 yang tertera di amplop. Nomor itu ternyata aktif, sehingga percakapan seorang lelaki yang mengaku bernama Lumaksono pun terjalin.

Orang yang dihubungi itu mengucapkan terima kasih dan meminta mengirimkan langsung amplop penting itu kepadanya di Surabaya Jawa Timur.

Untuk keperluan ongkos ke Surabaya, Lumaksono berjanji memberikan uang Rp20 juta sebagai ucapan terima kasih kepada Jacky. Tidak hanya itu, Jacky juga dijanjikan mendapatkan bonus Rp100 juta. Mengirimkan uang itu, Lumaksono meminta Jacky ke ATM agar proses transfer uang bisa dilakukan.

Mendapat tawaran itu, Jacky tergiur dan pergi ke ATM dengan harapan bisa mendapatkan uang yang dijanjikan. Setibanya di ATM, Jacky dipandu Lumaksono melakukan transaksi menggunakan bahasa Inggris. Di tengah proses transaksi, Jacky sempat curiga lantaran uang yang ada di ATM-nya diminta ditransfer ke nomor rekening Lumaksono.

Sadar dirinya nyaris ditipu, Jacky menghentikan proses transaksi di ATM itu dan memaki-maki Lumaksono. Mendengar omelan Jacky, tiba-tiba Lumaksono langsung menutup telepon. “Saya mulai curiga waktu dia menyuruh mentransfer semua uang yang ada di ATM saya, kata Jacky.

Beruntung dia keburu sadar. Uang dalam ATM pun bisa diselamatkan. Jacky langsung memaki-maki orang itu. Pelaku malah menutup teleponnya. “Saya juga curiga sama foto dia dan Pak SBY. Saya menduga foto itu direkayasa oleh Lumaksono,ujar Jacky.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menemukan amplop berisi dokumen penting, termasuk cek dan foto seseorang dengan Persiden SBY, agar berhati-hati dan jangan mudah percaya. Karena saat bertransaksi di ATM yang dijanjikan akan menerima uang, justru akan menjadi korbannya. Menurut Jacky, orang itu sengaja membuang amplop di tengah jalan agar mudah ditemukan orang lain untuk menghubungi pelaku.

Informasi yang diperoleh Radar Bogor, modus penipuan gayabaru ini sudah memakan korban. Pada 7 November 2008, satu orang warga Kabupaten Bogor bernama Neneng dan satu orang lainnya warga Cianjur bernama Syahlan telah menjadi korban penipuan tebar dokumen penting ini.

Dengan modus yang sama, korban (Neneng) mengalami kerugian Rp15 juta dan Syahlan menderita kerugian Rp7 juta. Awalnya, kedua korban ini juga menemukan amplop cokelat berisi dokumen penting.

Keduanya berniat mengembalikannya dan juga dipandu pelaku dengan iming-iming mendapatkan uang ratusan juta sebagai balas jasa. Bukannya uang jasa yang diperoleh, malahan uang di ATM korban amblas berpindah ke rekening pelaku. (dra)

Salam,
Dirman Kasidi

Baca selengkapnya......