Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 April 2009

Gunung Slamet Meletus


Pada tanggal 23 April 2009 di daerah Pemalang, Jawa Tengah telah terjadi letusan gunung api (Gunung Slamet) yang terjadi pada hari Kamis malam sekitar pukul 18.00WIB. letusan itu menimbulkan adanya hujan abu di sekitar lokasi dan daerah Banyumas dan sebagian daerah Brebes.

Seperti pada umumnya, sebelum letusan itu terjadi terdapat aktivitas vulkanik seperti gempa dengan kekuatan yang sedang dan kuat yang berlangusng terus-menerus. Letupan asap dan abu juga terlihat pada waktu siang hari dengan 13 kali letupan. Pihak pemerintah daerah setempat pun segera bersiaga untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terkena dampak langsung dari musibah letusan Gunung Slamet tersebut.

Gunung yang memiliki empat kawah ini sebelumnya pernah meletus pada 1998, 1992, 1997, 1999, dan 2006. Posisi gunung ini berada di lima wilayah di Jateng, yakni Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Brebes (SINDO, 25 Aprl 2009).

Baca selengkapnya......

Senin, 23 Maret 2009

PERSAINGAN SATELIT IRAN-ISRAEL


Lewat siaran nasional stasiun televisinya, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memberikan pengumuman dengan rasa bangga. “Penduduk Iran yang saya cintai. Putra-putra terbaikmu berhasil menempatkan satelitnya di luar angkasa. Mulai saat ini Iran menjadi negara yang berhasil membangun, meluncurkan dan mengendalikan satelit sendiri.”
Peluncuran itu Selasa (3/2), bertepatan demgan 30 tahun Revolusi Iran, sebuah revolusi yang mengubah haluan politik Iran dari sekutu Amerika Serikat (AS) menjadi negeri yang senantiasa dicurigai. Dengan peluncuran satelit ini, Iran kini masuk kedalam kelompok eksklusif, kelompok negara yang bisa merancang satelit sekaligus meluncurkannya. Delapan negara lain yang lebih dulu adalah Rusia, AS, Prancis, Jepang, China, Inggris, India, dan Israel.
Satelit itu diberi nama Omid, bermakna “harapan”. Para insinyur Iran mulai membangunnya sejak Februari 2006. pada Februari 2008, satelit memasuki masa uji coba. Satelit dengan berat hanya 27 kg itu diniatkan sebagai wahana komunikasi. Menurut janji Presiden Mahmoud Ahmadinejad, setalah meluncurnya Omid, akan menyusul satelit-satelit lain.
Bahkan dia sudah menggagas untuk mengirim astronot Iran ke luar angkasa dengan kendaraan buatan dalam negeri. Roket Safir (bermakna “utusan”) generasi baru sudah dirancang untuk mampu membawa satelit hingga ketinggian 600-900 km, jauh lebih tinggi ketimbang garis edar Omid sekarang, yaitu pada 245 km (terendah) dan 380 km (terjauh).
Secara teknologi satelit, peluncuran satelit Omid sebenarnya hal yang biasa. Namun bagi AS dan sekutunya, terutama Israel, kemampuan Iran menggotong satelit hingga luar angkasa menimbulkan kekhawatiran lain. Karena dengan mudah Iran mengganti muatan roket itu dari satelit menjadi peluru kendali. Paling tidak, ia bisa menjangkau jarak 2.500 km sehingga ibukota Israel pun bisa disasar. Ini jauh lebih canggih ketimbang roket Hamas yang paling banter terbang 40 km tanpa kemampuan membidik lokasi dengan tepat.
Dari segi pengalaman, Iran sebetulnya masih kalah jauh dibandingkan para pendahulunya di bidang satelit. Pada 1957, Uni Soviet sudah menempatkan Sputnik di luar angkasa. Setahun kemudian, AS menyusulnya.
Dengan keterlambatan yang sedemikian lama, seharusnya AS dan sekutunya tidak perlu terbengong-bengong. Apalagi buru-buru mengimbau Iran untuk menyetop pengembangan teknologi satelit. Kekhawatiran AS antara lain bisa dilihat pada headline koran New York Times edisi Selasa lalu yang menyatakan bahwa peluncuran satelit Iran merupakan tantangan diplomasi Presiden Barack Obama.
Dengan demikian, peluncuran satelit Iran ikut menghangatkan suasana di Timur Tengah yang memang sudah panas. Padahal, apa yang dilakukan Iran dengan meluncurkan Omid sebetulnya belum seberapa bila dibandingkan dengan yang sudah dilakukan Israel, yang sudah menluncurkan satelit karya sendiri sejak 1988.
Satelit terakhir milik Israel diluncurkan pada 21 Januari 2008, namanya Tecsar, dari pusat antariksa Satish Dahwan, milik India. Satelitnya dibuat Israel Aerospace Industri, BUMN di bawah Departemen Pertahanan. Adapun India menyediakan pesawat peluncurnya. Roket yang dipakai memiliki empat tingkat.
Peluncuran Tecsar membuat Iran sangat marah karena itu memang diniatkan untuk memata-matai Iran dan negara lain yang dianggap musuh, yakni Suriah dan Palestina. Untuk menjalankan misinya, Tecsar dilengkapi kamera supercanggih yang diklaim paling maju. Meski lintasan orbitnya di ketinggian 450-800 km, ia bisa menghasilkan resolusi sampai 10 cm melalui sistem radar gelombang X.
Dengan kemampuan sebesar ini, buku yang tengah dibaca Presiden Palestina Mahmoud Abbas pun bisa dibaca judulnya. Selain itu, berbeda dengan satelit di masa lalu, pemindaian Tecsar tidak terpengaruh cuaca. Siang, malam, berawan atau badai sekalipun matanya bisa tajam menyorot bumi. Tidak mengherankan bangunan-bangunan penting milik Hamas di jalur gaza dengan gampang diluluhlantakkan Israel.
Dengan adanya Tecsar, Israel kini memiliki sejumlah serial satelit. Sebelumnya ia sudah punya satelit mata-mata, yakni Ofeq, yang seri ketujuhnya diluncurkan pada 2007. Untuk observasi bumi, Israel memiliki Eros. Untuk komunikasi, ada Amos (sampai seri keempat). Dewasa ini yang tengah dikembangkan adalah satelit Venus, Tauvex, Opsat, dan Insat.
Dengan berbagai kelebihan itu, Israel dengan gampang mengawasi pergerakan pasukan negara-negara tetangganya. Entah itu Suriah, Arab Saudi, Mesir, atau Iran. Negara-negara itu ibarat sosok telanjang bagi tentara Israel.
Suriah sudah merasakan kehebatan satelit Israel. Pada September 2007, sebuah bangunan yang dicurigai Israel dan AS sebagai kawasan pengembangan senjata nuklir di gempur. Berdasar informasi yang dipadukan antara intelijen satelit dengan lapangan, Angkatan Udara Israel terbang dengan jarak ribuan kilometer dengan mengisi bahan bakar di antariksa Turki tanpa sepengetahuan Turki. Dalam hitungan detik, instalasi yang dibuat dengan susah payah itu hancur.
Israel pertama kali meluncurkan satelit pada 20 September 1988. langkah itu dinyatakan para pengamat strategi militer sebagai upaya mengurangi ketergantungannya kepada AS dalam hal intelijen. Satelit Ofek 1 itu diumumkan sebagai sarana mengumpulkan data energi matahari, medan magnetik bumi. Selama sebulan satelit itu beredar di angkasa, sebelum kemudian menghancurkan diri.
Semakin baru, Ofek semakin canggih. Ofek 5 yang diluncurkan pada Mei 2002 dari pangkalan Angkatan Udara Israel di Palmachim dilengkapi kamera yang mampu membuat dengan jelas objek di bumi dengan ukuran 80 cm. satelit mata-mata Israel terakhir, Ofek 7, yang diluncurkan pada Juni 2007 bisa merekan objek berukuran 40 cm. Dengan informasi dari Ofek 7, plus intelijen lapangan, Syekh Yasin yang baru pulang dari salat subuh langsung dihajar dengan rudal.
Sebagai satelit mata-mata, Ofek di tempatkan di jalur rendah, di kisaran 300-1000 km di atas bumi. Dengan orbit yang rendah, ada dua manfaat yang diperoleh. Untuk satu kali orbit mengelilingi bumi, ia hanya butuh waktu 1,5 jam sehingga kawasan negara tetangga seperti Iran, Palestina, Suriah, Lebanon, dan negara-negara Arab lain bisa dipantau minimal enam kali sehari. Pemindaian sebuah lokasi dapat lebih sering dilakukan. Manfaat lain, kameranya bisa merekam pergerakan di bumi dengan jauh lebih akurat.
Ada dua kesamaan antara Iran dan Israel mengapa mereka begitu berambisi mengembangkan teknologi luar angkasanya, yakni sama-sama memiliki perasaan terancam.
Israel yang senantiasa merasa terancam oleh negara tetangganya menganggap perlu mengembangkan teknologi satelit karena merasa suplai informasi dari AS tidak mencukupi. Tak ada jalan lain kecuali mengembangkan wahana antariksa dengan kemampuan sendiri.
Iran memiliki perasaan yang sama. Embargo AS merupakan faktor yang terutama membuat negeri para Mullah ini bersikeras mengupayakan kekuatan sendiri. Tak aneh bila Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad , bergurau. Setelah suksesnya peluncuran satelit, dia berkata, “Terima kasih kepada AS. Berkat embargonya, kami sekarang memiliki teknologi nuklir sendiri dan teknologi luar angkasa yang maju.”
Bila itu kita refleksikan ke negeri kita, harusnya Indonesia berpeluang untuk mengembangkan teknologi luar angkasa dengan jauh lebih maju. Dewasa ini Indonesia baru memiliki satelti Tubsat yang diluncurkan dari India pada 2007. sebagai negeri yang relatif tidak punya musuh, kesempatan Indonesia untuk mengembangkan teknologi luar angkasa terbuka luas.
(Oleh Iwan Qodar Hinaan, Praktisi Pemetaan Pengurus Pusat Ikatan Surveyor Indonesia, dalam Opini Koran Seputar Indonesia, Jumat 6 Februari 2009)

Baca selengkapnya......

Minggu, 22 Maret 2009

Obama Defends Security Decisions


U.S. President Barack Obama is defending his decision to close the Guantanamo Bay detention center, which has stirred international outcry for its questionable treatment of prisoners.

President Barack Obama

In an interview with the U.S. television program "60 Minutes" (on CBS), Mr. Obama lashes out at the detainee policies pursued by the administration of his predecessor, George W. Bush.

Mr. Obama calls the Bush policy of indefinite detention "unsustainable," saying it generated anti-American sentiment without making the United States a safer place.

In the pre-recorded interview to be aired Sunday night, Mr. Obama strikes back at recent criticism by former Vice President Dick Cheney.

Cheney said Mr. Obama's national security decisions, including plans to close the prison, raise the risk of another terrorist attack against the U.S.

Mr. Obama acknowledged that some detainees released from Guantanamo have returned to terrorist groups. He said the U.S. has not done a very effective job determining which prisoners are truly dangerous.

Shortly after taking office in January, Mr. Obama ordered the closure of the detention center within a year. He also ordered an end to the harsh interrogation of terrorism suspects.

Approximately 250 people are locked up in the Guantanamo prison. The U.S. says about 60 of them are not security threats and can be cleared for release.

By VOA News
22 March 2009

Baca selengkapnya......

Minggu, 15 Maret 2009

Menggugat Penjarah Ekonomi

Ada sebuah buku baru yang menurut saya sangat bagus dan layak untuk dibaca karena di dalamnya mengungkap sebuah realita dan bukti-bukti tentang sebuah jaringan kejahatan internasional yang berupaya memiskinkan negara-negara dunia ketiga. Sinopsis dari buku yang berjudul Jhon Perkins; Membongkar Kejahatan Jaringan Internasional, saya kutip dari Wahyu Arifin, Pegiat di Lembaga Pers Transformasi UNJ dan Kajian Pendidikan Transformatif di Koran SINDO 15 Maret 2009, berikut ulasannya.

Untuk pertama kalinya, Jhon Perkins, mantan bandit ekonomi bicara blak-blakan membongkar kejahatan internasional yang berupaya memiskinkan negara-negara dunia ketiga. Buku yang berjudul Jhon Perkins; Membongkar Kejahatan Jaringan Internasional ini merupakan lanjutan dari kaya Perkins sebelumnya, Confessions of an Economic Hit Man. Dalam buku tersebut, Perkins menceritakan pengalamannya dalam melakukan aksi merusak ekonomi negara-negara dunia ketiga demi kepentingan jaringan korporasi internasional.

Bahkan, sebelum buku tentang pengakuannya sebagai bandit ekonomi keluar, Perkins pernah diteror agar berhenti menulis buku tersebut. Hal tersebut ia turuti, sampai pada akhirnya terjadi peristiwa 11 September 2001. Kejadian tersebut mendorong Perkins untuk kembali menulis buku tersebut. Perkins yakin, kejadian 11 September merupakan bagian dari ulahnya, karena itu dia berniat untuk menebus kesalahannya.

Bangkrutnya negara-negara dunia ketiga merupakan hasil dari kerja Perkins dan kawanannya, yang dia sebut sebagai bandit ekonomi atau ekonomic hit man (EHM) yang bekerja untuk perusahaan konsultan MAIN di Boston, AS. Dengan memaipulasi data dan laporan-laporan kepada IMF, Bank Dunia, dan USAID, Perkins manyakinkan para eksekutif di institusi tersebut untuk mengucurkan utang luar negeri kepada negara-negara dunia ketiga. Saat negara yang berutang tak mampu melunasi utangnya, lembaga moneter dunia tersebut menekan negara pengutang untuk menjual perusahaan milik negara kepada swasta dan menghapus pajak untuk korporasi.

Indonesia merupakan salah contoh negara yang bangrut ekonominya akibat utang luar negerinya. Pada 1997, saat seluruh Asia dilanda krisis ekonomi, Indonesia merupakan negara yang paling parah mengalami krisi ekonomi. Perkins berhasil menjerat para pejabat tinggi Orde Baru untuk nerselingkuh dengan korporasi. Dengan dongeng pertumbuhan ekonomi, Soeharto menjalankan pembangunan yang menitikberatkan pada pembangunan industri dan investasi dari uang luar negeri. Saat Indonesia diterpa krisis, investor asing asing menarik semua modalnya dan Indonesia tak punya pertahanan ekonomi yang lebih baik.

Perkins, dalam bukunya, menyatakan bahwa Indonesia merupakan korban pertamanya. Korban lainnya adalah Timur Tengah, karena kekayaan minyaknya yang melimpah ruah. Untuk menghancurkan Timur Tengah, Perkins melakukan rakayasa terhadap Dinasti Saud di Arab Saudi dengan membentuk Saudi Arabian Money Laundering Affair (SAMA). SAMA memengaruhi Arab Saudi agar menjual minyak dengan standar dolar. Hal tersebut dilakukan untuk mendominasi perdagangan minyak dengan Arab Saudi.

Usaha Perkins, itu berhasil karean Arab Saudi mengemdalikan pasar minyak. Dengan itu, anggota OPEC (Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak) lainnya terpakasa menuruti langkah yang diambil oleh Arab Saudi. Atas jasanya tersebut, pihak AS berjanji akan menjaga kekuasaan keluarga Saud dan memberikan kemudahan akses di wilayah AS.

Hal tersebut membuat Washington membalikkan peta geopolitik yang ada di Timur Tengah, dan mampu mengontrol harga minyak dengan leluasa serta mendapatkan pajak secara tidak langsung dengan diberlakukannya dolar sebagai mata uang perdagangan minyak.

Setelah berhasil di Timur Tengah, Perkins menjalankan aksinya di Amerika Latin yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya. Dalam Confessions of an Economic Hit Man, Perkins pernah menguraikan hubungannya dengan Jaime Roldos Aguilera, seorang profesor yang pada 1979 menjadi presiden Ekuador pertama yang terpilih secara demokratis.

Jaime Roldos Aguilera adalah Presiden Ekuador yang menentang penguasaan sumber daya alam oleh korporasi. Aguilera bertekad menasionalisasi perusahaan minyak untuk kemakmuran rakyat Ekuador dan menyingkirkan kekuasaan korporasi. Pada 24 Mei 1981, CIA menyabotase pesawat yang ditumpangi Aguilera dan ia tewas dalam kecelakaan pesawat tersebut. Hal yang sama juga terjadi pada Omar Torrijos, Presiden Panama yang akhirnya juga terbunuh akibat menolak kuasa korporasi. Tragedi pembunuhan kepala negara yang menentang hegemoni korporasi dan imperium AS hanyalah salah satu bentuk dari kejahatan jaringan internasional.

Selain membongkar dan menggugat seluruh kejahatn jaringan internasional, gagasan utama Perkins dalam bukunya, ialah mengubah jalan kerja korporasi itu sendiri. Menurutnya, mengubah dunia yang diperintah korporasi sangatlah mustahil jika kita sendiri tak mengerti jalur bisnis yang dipraktikan korporasi.

Dari penelitiannya, Perkins menyimpulkan bahwa meskipun di antara para eksekutif korporasi ada yang berkepribadian patologis-tak menghargai hidup dan kesejahteraan hidup orang lain-, ada juga yang masih memikirkan konesekuensi dari tindakan mereka. Orang-orang seperti inilah yang bisa digunakan untuk mempengaruhi kebijakan korporasi.

Baca selengkapnya......

Kamis, 25 Desember 2008

INFO PENTING

Dari Milis Tetangga, Semoga bermanfaat.. ..

Beberapa Hal Penting yang perlu kita waspadai dan dapat dilakukan sesuatu untuk mengatasinya.

Mudah-mudahan berguna untuk Kita semua :

1. Nomor darurat.
Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. Jika anda sedang di daerah yang tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan, silahkan tekan 112, dan HP akan mencari network yang ada untuk menyambungkan nomor darurat bagi anda, dan yang menarik,nomor 112 dapat ditekan biarpun keypad dilock. Cobalah..

2. Kunci mobil ada ketinggalan di dalam mobil?
Anda memakai kunci remote?Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil dan remote cadangannya di rumah, tinggal telpon orang rumah dengan HP, lalu dekatkan HP andakurang lebih 30cmdari mobil, dan minta orang rumah untuk menekan tombol pembuka pada remote cadangan yang ada dirumah (waktu menekan tombol pembuka remote, minta orang rumah mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya)

3. Baterai cadangan tersembunyi
Kalau baterai anda hampir habis, padahal anda sedang menunggu telpon penting, dan telpon anda dibuat olehNOKIA, silahkantekan *3370#, maka telpon anda otomatis restart danbaterai akan bertambah 50%. Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.

4. Tips untuk men-cek keabsahan mobil/motor anda(Jakarta area only)
Ketik :contoh metro b86301o (merah no polisi anda) Kirim ke 1717, nanti akan ada balasan darikepolisian mengenai data2kendaraan anda, tips ini juga berguna untukmengetahui data2 mobil bekasyang hendak anda beli/incar.

5. Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang untuk mengeluarkan uang dari atm maka anda bisa minta pertolongan diam2 dengan memberikan nomor pin secara terbalik,misal no asli pin anda 1254 input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tsb. Fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi hanya sedikit orang yang tahu tolong kasih tahu info kepada yang lain.

Baca selengkapnya......