Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2009

Hitung suara dengan sistem hitungan cepat (Quick Count)


Inilah metode yang sudah cukup lama kita kenal dan pakai dalam menghitung hasil perolehan suara dalam suatu pemilihan, baik itu Pemilihan kepala daerah (Pilkada) maupun Pemilihan Umum (Pemilu). Hari ini masyarakat Indonesia telah melakukan suatu hajatan besar yang rutin digelar setiap 5 tahun sekali, yaitu Pemilu.

Antusiasme masyarakat Indonesia pada umumnya cukup besar untuk ikut berpartisipasi dalam pemilihan legislatif yang dilaksanakan hari ini, 9 April 2009. Namun karena sebelumnya telah ada beberapa kendala mengenai pendistribusian logistik Pemilu yang belum merata, mengakibatkan tidak sedikit masyarakat yang tidak ikut mencontreng (dulu mencoblos). Kemudian pelaksanaan pemilu juga berbarengan dengan 1 hari menjelang Hari Paskah sehingga ada sebagian warga masyarakat di Indonesia bagian timur yang lebih memilih tidak ikut mencontreng karena kendala jarak yang jauh dari TPS (Tempat Pemungutan Suara) dan harus mempersiapkan acara Paskah.

Dari pantauan media televisi terlihat 5 besar partai dengan perolehan suara terbanyak yang diperoleh melalui sistem hitungan cepat (Quick Count) pada pukul 19:28. Lima partai tersebut antara lain, Partai Demokrat (20.9%), PDIP (14,9%), Golkar (14%), PKS (7,8%), dan PAN (5,7%)

Perhitungan dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) juga tidak jauh berbeda mengenai data perolehan suara dari partai-partai besar yang didapat dari hasil quick count di beberapa media televisi. Namun segala kemungkinan masih tetap terjadi dan harapan kita adalah saipapun pemimpinnya nanti, yang jelas harus mampu membawa kebijakan-kebijakan dan keadilan bagi warga negaranya karena itulah sifat pemimpin.

Berusahalah untuk yang terbaik negeriku, Indonesia!

Baca selengkapnya......

Rabu, 08 April 2009

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) siap menampung Caleg depresi



Menjelang Pemilu Legislatif tanggal 9 April 2009, Rumah Sakit Jiwa di Jakarta sudah menyiapkan beberapa kamar atau ruangan yang dipersiapkan secara khusus bagi Caleg yang depresi akibat gagal melangkah ke Senayan. Setidaknya itulah langkah antisipatif yang dilakukan oleh pihak rumah sakit tersebut guna membantu masyarakat yang mengalami sakit dan depresi akibat kekalahan dalam pemilu.

Menjadi calon atas suatu jabatan tertentu memang membutuhkan suatu mental dan fisik yang kuat. Faktor kejiwaan dan pembawaan yang cenderung labil dapat menyebabkan perasaan depresi dan stres yang mendalam. Ketatnya persaingan dan hitung-hitungan atas biaya yang telah dikeluarkan dapat pula menjadi penambah beban mental bagi sang calon.

Ketika saya mendengar kabar tentang adanya Rumah Sakit Jiwa yang dipersiapkan bagi Caleg yang gagal dan depresi, bagi saya kedengarannya sangat menarik dan menggelitik. Dan seandainya benar demikian apa yang terjadi nanti, kita semua patut memuji langkah antisipatif yang telah dilakukan oleh pemerintah terutama pihak rumah sakit.

Baca selengkapnya......

Senin, 06 April 2009

Nuklir untuk Perdamaian (Jangan mau diprovokasi)


Salah satu isu yang paling kontroversial saat sekarang ini adalah ketika Korea Utara hendak melakukan peluncuran roket yang sebenarnya membawa satelit komunikasi untuk tujuan perdamaian. Karena sudah sepantasnya dan hak bagi setiap negara untuk berkembang dan maju baik dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi maupun ekonominya.

Peluncuran roket yang dilakukan Korea Utara tentu saja membuat Amerika (AS) gerah karena menurut kabar yang telah lama beredar, bahwa Korea Utara telah mampu membuat misil jarak jauh dengan jangkaun hingga 6000-7000km. Dengan jangkauan sejauh itu, misil milik Korea Utara diperkirakan mampu mencapai Alaska dan Hawai.

Seperti kebiasaan lama, Amerika (AS) mencoba untuk meminta bantuan dari para sekutunya untuk membela kepentingannya. Negara pertama yang dianggap paling membantu tentu saja adalah Korea Selatan karena kita tahu bahwa antara Korea Selatan dan Korea Utara telah lama terjadi permasalahan-permasalahan yang tak kunjung menemui titik temu.

Ingatkah seperti ketika beberapa bulan lalu Iran berhasil memiliki dan meluncurkan satelit komunikasi buatan sendiri ke luar angkasa? Amerika (AS) kembali menuduh bahwa Iran telah mampu membuat misil dengan hulu ledak nuklir yang bisa membahayakan perdamaian. Saya jadi geli mendengar kalimat “perdamaian” yang dimaksud oleh Amerika (AS) seperti apa? Bukankah dulu waktu Perang Teluk yang terjadi pada tahun 1991, Amerika menganggap bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal hingga akhirnya sampai terjadi invasi ke Irak di tahun 2003 ternyata tidak ditemukan adanya laboratorium ataupun tempat perakitan senjata pemusnah massal ?

Lalu bagaimana dengan Israel yang telah mampu membuat satelit mata-mata yang digunakan untuk memata-matai negara Palestina, Suriah dan negara Arab lainnya? Kenapa Amerika dan para sekutunya tidak bereaksi? Masih ingatkah kita dengan serangan Israel yang menggunakan bom phospor yang dapat membakar kulit dan membuat cacat fisik bagi warga Palestina.

Saya rasa kita semua juga tahu kalau Amerika memiliki standar ganda dan menerapkan kebijakan tersebut secara blak-blakan. Dan kemudian para sekutu Amerika saling “menutup mata” seolah-olah perbuatannya dibenarkan dan dianggap sah oleh hukum internasional. Menjijikan !!!

Baca selengkapnya......

Rabu, 01 April 2009

Berinternet lewat Handphone semakin diminati



Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan informasi maka akses-akses yang disediakan oleh media khususnya media elektronik semakin canggih dan kaya akan fitur. Dulu ketika saya masih di bangku SMA, ketika pertama kali memanfaatkan fasilitas internet untuk melakukan browsing ke alamat tertentu, loadingnya lama sekali dan mungkin kita bisa pergi ke warung sebentar untuk minum kopi dulu sambil nunggu loading selesai.

Kemudian tarif yang diberlakukan oleh pemilik warnet (warung internet) pada tahun 1999/2000 juga masih mahal, karena tarif yang dikenakan saat itu berkisar antara Rp7.000-Rp8.000 per jamnya bahkan ada yang memasang tarif Rp10.000/jam. Namun sekarang kemudahan dalam mengakses internet sudah kelihatan dengan adanya pemberlakuan tarif layanan internet yang murah dan semakin banyaknya perusahaan penyedia jasa layanan tersebut.

Indonesia melalui Depkominfo (Departemen Komunikasi dan Informatika) juga mengklaim bahwa tarif ponsel kita termurah se-Asia. Banyaknya situs-situs jejaring sosial juga turut menjadi penyebab masyarakat kita demam berinternet lewat handphone. Lihat saja komunitas Blackberry yang sekarang sudah memiliki banyak anggota dari berbagai kalangan.

Berinternet lewat handphone memang mengasyikkan, akan tetapi kita tetap harus berhati-hati terhadap dampak positif dan negatif yang bisa ditimbulkan. Dan semoga dengan kemudahan-kemudahan yang telah diberikan, masyarakat Indonesia terutama dapat menjadi sumber daya yang memiliki nilai daya saing dengan negara lain. Amin

Baca selengkapnya......

Selasa, 31 Maret 2009

Facebook fever in Indonesia


Internet is a big media for anyone who want make deal, online business, get information up to date and many more facilities just doing by searching and click. It is simple, so many people now in Indonesia became members in society web like a Facebook.

I am the one who become Facebook member, and 200 million people predicted will be loyal members on Facebook during next week. Moreover unbelievable, you know why, because almost 70% the members on Facebook is not from United State. Indonesia has more 1 million people who become Facebook members and the number is bigger than Hongkong, Malaysia and Singapore.

Looking for new friends from all over the world or regional and then add them, is the reason why people be Facebook fever. Facebook also permitted to promote your blog, web, or small business to anyone.

Finally, all of activities have positive and negative effect. I wish, you are become save users.

Baca selengkapnya......