Jumat, 23 Januari 2009

Cerita tentang Handphone dan bisnis pulsa yang kian menjamur, Bag. I

Mulai awal Tahun 2000 masyarakat di Indonesia mulai familiar dengan salah satu teknologi komunikasi yaitu Handphone atau yang biasa kita sebut Hape. Pada tahun-tahun sebelumnya, Handphone masih merupakan barang yang tergolong mewah karena hanya segelintir orang yang bisa menikmatinya. Disamping itu juga harga beli untuk sebuah Handphone beserta Starter Packnya (Voucher/Kartu Perdana) masih sangat mahal, dan faktor kondisi perekonomian di Indonesia pada saat itu juga masih dalam kondisi pemulihan atas krisis ekonomi yang terjadi pada periode Tahun 1997-1998.

Namun mulai awal Tahun 2004, Handphone mulai bisa dinikmati oleh banyak masyarakat karena harganya sudah mulai terjangkau serta didukung juga oleh penyesuaian dari harga Starter Pack dan Voucher isi ulang yang wajar. Coba kita bayangkan, dulu Saya pada Tahun 2000 beli Handphone Nokia 5110 harganya kurang lebih Rp 2 Jutaan, sudah bentuknya lumayan gede, fiturnya standar, nada deringnya norak-norak pokoknya nggak enak di dengerin deh. Ditambah lagi kalau di taruh di saku celana tuh nggak enak banget (Swear, nggak bohong) karena saking gedenya itu Handphone dan lumayan berat. Jadi kalau ukuran celana kita longgar bisa-bisa ikut melorot kalau buat ngantongin itu Handphone. Bandingkan pada tahun-tahun sekarang ini, bentuk Handphone sudah bervariasi, fitur-fitur yang diberikan juga sudah mengikuti trend masyarakat global, teknologi yang diusung juga sudah canggih. Ada lagi, harga yang ditawarkan juga sudah kompetitif di pasaran.

Kita bisa tahu bahwa Handphone sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok karena kalau kita perhatiin dari anak-anak sampai orang tua, dari yang kerja di kantoran sampai yang kerja jadi buruhpun sekarang sudah pada punya handphone, malahan pembantu di rumah saya saja tipe Handphonenya lebih bagus daripada yang saya punya. 
Ini ada salah satu cerita waktu Saya mau pulang ke Pekalongan pada libur panjang bulan desember 2008 kemarin. Waktu itu Saya mengambil perjalanan malam naik bus patas kelas ekonomi, keadaaan di dalam bus penuh penumpang sama barang-barang bawaan, saya duduk di kursi isi tiga dengan dua orang yang baru Saya kenal dan sempat ngobrol-ngobrol tentang Handphone karena orang yang saya baru kenal tadi punya dua Handphone GSM yang sering bunyi dan nada deringnya sudah true tone lagi, Saya iseng-iseng tanya “Mas di Jakarta kerja apa ?” lalu dia menjawab “Saya jualan gorengan mas di Sekolahan”. Ini salah satu bukti kalau Handphone nggak cuma punya orang kantoran saja. Sekitar pukul 02.00 dini hari Saya sampai di terminal kota Tegal dan bus transit di pool agen bus, otomatis momen tersebut dimanfaatin oleh para pedagang asongan yang ada di lokasi untuk menawarkan barang dagangannya. Ada salah satu pedagang rokok (kalau nggak salah) lagi nawarin dagangannya, tiba-tiba Handphone punya penumpang sebelah saya bunyi ada panggilan dan nada true tonenya kebetulan sama kayak si penjual rokok tadi. Tahu nggak reaksi si penjual rokok tadi ? tuh tukang rokok langsung megang Handphonenya sama buru-buru ke belakang siapa tahu ada panggilan masuk karena tadi ada true tone yang lagunya sama antara penumpang sebelah Saya dengan si penjual rokok. 

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan kasih komentar Anda disini !!!