Kini yang tertinggal hanya puing-puing yang telah berkarat oleh rasa
Menunggu disemayamkan oleh sang penjaga hati
Dikedamaian yang tak bertahta namun pernah mencoba menghias hidupmu
Diantara bayangan yang menyilaukan yang pernah alam ini ciptakan
Aku yang tersadar telah tertunduk tiada daya untuk kubisikkan
Memantrai mimpi yang dirajut oleh mahligai dewa-dewi
Yang menarik sukma mereka yang dibalut bayangan nan ayu
Hingga terlelap, tersungkur, terkulai bergelimang dosa
Aku yang akan selalu mencintaimu, dengan damai
Aku yang akan selalu menyayangimu, dengan kasih
Ku coba menarik kembali kekang waktu yang telah berbuat liar
Meninggalkan ku di himpitan waktu, dipermainkan oleh nafsu, cumbu dan rayu
Memalingkanmu dariku hingga setan-setan dari bangsamu mendeklarasikan kemenangan
Putuskan saja, teriaknya
Bubaran saja, perintahnya
Namun sungguh aku yang merasakan kesenangan dari luka yang telah engkau beri
Mencoba kembali membuka bait-bait yang lama tertinggal untuk kita tulis di alam ini
Bersama-sama merekatkan kembali pecahan yang terberai
Karena dihatimu telah terukir nama ku
Begitupun kamu …..

0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan kasih komentar Anda disini !!!